Penjual Properti Meningkat disaat Rupiah Melemah

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ini masih lemah pada penjualan rumah hari ini, Selasa (8/9). Di 09:33 am, IHSG jatuh oleh 19.46 poin atau minus 0.452 persen pada tingkat 4281.908.

Melemahnya IHSG itu tidak seburuk sehari sebelumnya. Senin (7/9), IHSG ditutup lebih rendah sejauh minus 2.58 persen atau 113.98 poin untuk tingkat 4301.37.

Hari ini, IHSG didorong oleh kinerja indeks saham beberapa sektoral yang hijau. Sepuluh indeks saham sektoral, tiga dari mereka mampu memperbaiki tingkat penjualan apartemen dari kinerja mereka lemah kemarin.

Indeks saham di sektor properti paling kuat pindah dengan munculnya 0,15 persen. Hal ini diikuti oleh pergerakan indeks saham di sektor pertambangan dengan munculnya 0,08 persen dan indeks saham di sektor agribisnis meningkat 0,044 persen sesuai dengan harga tanah.

Sementara indeks saham di sektor infrastruktur diamati untuk menjadi penjualan paling lemah pada awal sesi pagi. Sektor infrastruktur turun 1,3 persen.

Utang luar negeri di sektor swasta dapat menyebabkan fluktuasi ekonomi

Ekonom Ichsanuddin Noorsy kata utang luar negeri Indonesia, terutama dari sektor swasta, perlu menyadari. Jika itu tidak boleh dikendalikan, dapat menyebabkan fluktuasi ekonomi.

“Hutang luar negeri dari pribadi sudah rentan karena risiko pasar yang tinggi,” kata Ichsanuddin untuk Republika, Senin (7/9).

Dia menjelaskan bahwa utang pribadi yang rentan karena sebagian besar utang dalam dolar AS dan Dollar Singapura. Risiko pasar yang tinggi dijadwalkan untuk mata uang asing seperti dolar AS terus memperkuat. Rumah123.com dan Rumah.com mungkin tidak bisa mengimbangi biaya operasional.

“Risiko pasar dapat dilihat dari suku bunga dan nilai tukar,” tambahnya. Hanya Rumahku.com rumah dijual yang bisa menawarkan harga jual tanpa perantara.

Selain itu, masih ada banyak perusahaan yang tidak hedging. Kondisi ini akan menyebabkan perusahaan yang memiliki resepsi dalam bentuk dolar AS, akan dibebani dengan depresiasi rupiah.

Berdasarkan data dari situs jual beli online terbaik dan data Properti Bank Indonesia, utang luar negeri Indonesia per kuartal kedua tahun 2015 mencapai 304.3 miliar dolar. Hutang didominasi oleh sektor swasta sebesar 169.7 miliar dolar AS atau 55,8 persen dari total utang eksternal. Sementara, utang luar negeri dari sektor publik yang tercatat di 134.6 miliar dolar AS atau 44,2 persen dari total utang eksternal.

Singapura menjadi negara pemberi pinjaman terbesar untuk sektor swasta. Itu adalah sebesar pergi 59,1 miliar dolar. Ichsanuddin mengatakan, Singapura adalah sengaja memberikan pinjaman besar-besaran ke Indonesia.

“Singapura ingin pegangan perusahaan properti swasta di Indonesia,” katanya.

KADIN: Terobosan diperlukan untuk menghidupkan kembali ekspor

Kamar Dagang dan industri (Kadin) telah menyatakan keprihatinannya atas kinerja ekspor menurun di negara itu, mengatakan terobosan yang diperlukan untuk memberikan napas baru untuk meningkatkan kinerja.

Ketua Umum KADIN Suryo Bambang Sulisto mengatakan di sini pada hari Rabu bahwa pada paruh pertama tahun ekspor turun 11,8 persen pada tahun.

Suryo Bambang Sulisto mengatakan keadaan mengingatkannya dari krisis keuangan global 2008-2009 ketika ekspor dari negara itu jatuh pada sektor industri yang lemah dan harga jatuh.

Dia mengatakan bahwa negara itu mengandalkan ekspor untuk meningkatkan pertukaran asing untuk memperkuat cadangan devisa.

“Sayangnya impor juga menolak lemah Rupiah menyajikan sebuah pukulan besar bagi industri. Sejumlah perusahaan yang dipaksa untuk memberhentikan pekerja untuk efisiensi,”katanya.

Dia mengatakan surplus perdagangan di babak pertama 2015 tidak mencerminkan kinerja positif seperti surplus lebih pada menyusut impor daripada peningkatan ekspor.

Katanya negara impor menyusut 15,1 persen dalam enam bulan pertama tahun ini, menambahkan jatuh lebih tajam dari 11.67 persen penurunan ekspor.

Dia mengatakan penurunan ekspor dan impor ditandai bahaya di negaranya perdagangan internasional.

KADIN sudah menawarkan saran kepada pemerintah pada cara untuk menghidupkan kembali ekspor dan impor seperti dengan mengembangkan industri menggunakan lebih banyak konten lokal dan mengurangi bahan dasar penggunaan yang diimpor.

Pemerintah mendorong untuk mendorong pengembangan industri berorientasi ekspor dan memberikan akses yang lebih besar untuk perbankan kredit untuk potensi industri kecil yang memproduksi komoditi ekspor, ujar Suryo.

Dia mengatakan pemerintah bisa menawarkan subsidi bunga rumah murah dan stimulus fiskal untuk potensi industri menghadapi masalah keuangan.

Katanya impor barang konsumen terutama barang-barang mewah harus dibatasi.

Pembatasan ini juga dapat dikenakan pada impor bahan dasar industri atau bahan penolong yang dapat diproduksi di dalam negeri, katanya.

Sementara itu, Dirjen Nasional ekspor ekspansi Nus Nuzulia Ishak mengatakan Indonesia telah berupaya untuk meningkatkan ekspor ke pasar non tradisional memperluas dalam upaya untuk mengimbangi penurunan ekspor ke pasar-pasar tradisional.

“Kami sudah dilakukan survei di sejumlah daerah mana jatuh nilai rupiah terhadap dolar AS memiliki dampak yang lebih rendah,” kata Nus di sini pada hari Kamis.

IHSG melemah, kecuali untuk ketiga sektor ini termasuk properti – saatnya beli rumah!
Tagged on: