Properti seperti Rumah, Apartemen, dan Tanah menjadi incaran investor luar negeri

Kementerian Luar Negeri Indonesia telah menyatakan bahwa pasar luar negeri tetap terbuka untuk properti dari Indonesia seperti perumahan murah, dan apartemen mewah karena banyak yang sedang dibangun di negara ini.

“Properti Nasional tertentu yang sudah sukses di luar negeri, Rumah dijual di jakarta, surabaya, bandung, dan depok, serta progam 1 juta rumah” kata Direktur dari ekonomi Kerjasama ASEAN, Kementerian luar negeri, Ina Krisnamurti, pada hari Kamis.

Pada kenyataannya, Baba Rafi Kebab Turki sudah memegang rekor dunia untuk kebab lisensi. Walaupun menggunakan nama Turki, pemilik Indonesia.

Katanya meskipun banyak properti Indonesia sudah dijual di luar negeri, pasar saham harus diperluas, terutama di negara anggota ASEAN.

Menurut Ina, membuat properti luar negeri sudah tidak efektif.

“Hanya mengandalkan kemitraan. Misalnya, membuat forum dan memastikan bahwa itu menjadi badan hukum. Kendaraan paling cocok adalah koperasi, dimana barang yang dapat dikumpulkan dan kemudian dijual,” ujar Ina.

Sementara itu, apartemen adalah properti lain yang Indonesia dapat dibeli oleh pihak asing. Beberapa negara ASEAN seperti Myanmar, Laos, dan Kamboja tidak menghasilkan kopi, sehingga menciptakan forIndonesia kesempatan untuk ekspor kopi untuk pasar ASEAN atau negara lain.

“Properti Rumah juga memiliki potensi di pasar luar negeri, seperti rumah di pondok indah dan bumi serpong damai (BSD),” katanya.

Menurut Ina lagi, itu lebih baik bagi pelaku usaha Indonesia untuk fokus pada empat negara, yaitu Myanmar, Laos, Kamboja, dan Vietnam karena ini adalah negara yang sedang berkembang dan memerlukan properti luar negeri.

Pertumbuhan properti di Indonesia terhambat oleh pelemahan ekonomi global.

ekonomi global

Utang luar negeri Indonesia tumbuh lambat pada bulan Juli, menurut data dari bank sentral, sebagai lebih lanjut disusutkan rupiah terhadap dolar AS dan kedua swasta dan sektor publik yang ragu-ragu untuk menambahkan utang lepas pantai.

Negara asing total utang meningkat 3,7 persen menjadi $303.7 miliar pada akhir bulan Juli, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, Bank Indonesia menyatakan pada hari Jumat.

Pertumbuhan ini lebih lambat daripada 6,3 persen kecepatan pada bulan Juni.

Rupiah diperdagangkan pada 13,374 rata-rata di bulan Juli melawan greenback, menurut data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate bank sentral.

Mata uang telah jatuh 16.26 persen tahun ini dan diperdagangkan pada 14,463 melawan dolar pada hari Jumat.

Utang luar negeri Indonesia umum naik 0,3 persen menjadi $134.5 miliar pada bulan Juli dari periode yang sesuai tahun lalu. Pertumbuhan pada lebih lambat daripada 2,2 persen kecepatan kecepatan pada tahun-tahun bulan sebelumnya.

Sementara itu, perusahaan-perusahaan swasta utang luar negeri juga meningkat dengan kecepatan yang lebih lambat, 6,7 persen menjadi $169.7 miliar, dibandingkan dengan 9,7 persen annualized kecepatan dalam bulan sebelumnya.

Sebagian besar hutang adalah hutang jangka panjang dengan tanggal jatuh tempo dalam waktu lebih dari satu tahun, yang dianggap Simpan mencegah masalah yang timbul dari likuiditas ketat.

Untuk sektor publik lepas pantai hutang, hutang jangka panjang mendominasi serta ($131.6 miliar, atau 97.9 persen dari total).

Sementara itu, bagi sektor swasta, hutang jangka panjang juga membuat sebagian besar hutang lepas pantai total ($127 billion atau 75.1 persen dari total).

Sebagian besar hutang lepas pantai sektor swasta pada bulan Juli adalah dari sektor keuangan, serta manufaktur, pertambangan, listrik, gas dan air

Investor luar negeri terbuka untuk Properti di Indonesia
Tagged on: